Sementara itu dalam pesannya Kombes Pol Nasrun Pasaribu juga berpesan “Apa yang dilihat, dirasakan harus dilihat fakta sebenarnya agar kita tidak mudah terprovokasi,”tegas Kapolresta
Dalam kesempatan yang sama Samsuri selaku pengamat dan sekaligus aktivis lingkungan putra asli Kecamatan Glenmore dalam sambutannya mengatakan acara ini merupakan ajang diskusi yang sangat luar biasa.
“Dengan kian canggihnya informasi yang di tunjang oleh ribuan karekter memang sudah semestinya kita semua memadukan misi untuk tolak berita Hoax, ujaran kebencian hingga isu sara tidak hinggap di kabupaten Banyuwangi,” paparnya
Hal senada juga di Katakan ketua AMPIBI Wilayah Banyuwangi Mamat. Ia mengatakan semoga dengan agenda yang sudah terlaksana ini, menjadikan masyarakat lebih bisa membedakan mana berita hoax dan berita informasi yang dapat dipercaya.
“Karena pada intinya, media massa yang merupakan media jurnalisme yang sepenuhnya dapat di percaya melalui informasi yang ter upload dengan badan hukumnya,” katanya.
Lebih lanjut Mamad mengatakan media sosial adalah media sharing, yang mana kapanpun secara perorangan bisa mengunggahnya tanpa berbadan hokum. “Bagi masyarakat sangat butuh informasi harus dikaji terlebih dahulu agar mengetahui kebenarannya,” pungkas Mamad. //












