“Saya pernah jual beberapa bibit dari hasil pemangkasan Bougenville Singapura koleksi saya. Alhamdulillah untungnya ratusan ribu dan itu baru bibitnya belum bonsai yang sudah jadi,” ungkapnya.
Menurutnya, bonsai dapat dijadikan investasi ekonomi yang menggiurkan jika dirawat, dikelola, dan dipasarkan dengan tepat. “Bonsai dapat bernilai fantastis jika dirawat, dikelola dengan baik dan dibeli oleh orang yang paham akan seni bonsai. Bonsai bisa dijadikan investasi dan jaminan masa tua,” ujarnya.

Dia pun menceritakan suka duka merawat bonsai Bougenville kesayangannya yang diprediksi telah berumur puluhan tahun tersebut. Selain harus susah payah mencari dan mendongkel bahan bonsai di habitatnya, merawat bonsai memerlukan waktu lama, ketelatenan, kesabaran dan tentunya jiwa seni.
“Tidak semua tanaman bisa dijadikan bonsai dan harus memilih bakalan bonsai yang punya karakter, jika ingin membuat bonsai yang bagus. Bonsai Bougenville kesayangan saya ini, kemarin ada yang ingin berniat membelinya. Tetapi saya tawarkan Rp. 10 Juta, karena umurnya yang sudah mencapai kurang lebih 30 tahun, dan membentuknya pun butuh proses lama serta kesabaran,” pungkasnya. (hei)












