Seperti diketahui,aksi demo BEM Banyuwangi ini adalah karena kenaikan BBM. Dalam orasinya Mahasiswa menyebut naiknya harga Pertamax dan kelangkaan solar bukan hanya berdampak pada orang – orang yang berduit saja.
Mereka mengatakan dengan kenaikan harga Pertamax menyebabkan pertalite langka dan bahkan solar pun juga turut susah didapat.
“Imbasnya membuat rakyat kesulitan, untuk itu kami minta pemerintah agar harga BBM diturunkan,”teriak orator.
Orator menegaskan, kehadiran mahasiswa dalam unjuk rasa sebagai bukti mahasiswa tidak tinggal diam dengan keadaan yang saat ini terjadi.
Mahasiswa sebagai agent of change hadir untuk menyuarakan aspirasi rakyat yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Rakyat kurang diperhatikan. Kami sebagai mahasiswa sebagai agent of change tidak tinggal diam. Kami ingin aspirasi kami diterima,” sambung Aris Rahmatullah sebagai perwakilan mahasiswa.
Aksi unjuk rasa ini mendapatkan pengamanan ketat dari aparat keamanan dari Kepolisian dan TNI.
Setidaknya ada 250 personil diterjunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa para mahasiswa dari lintas BEM ini.
Sementara itu sejumlah anggota DPRD Banyuwangi tampak menemui Mahasiswa yang melaksanakan aksi di kantor DPRD Banyuwangi.
Diantaranya M.Ali Mahrus,Michael Edy, Khusnan, Patemo dan Eko Hariyono. Mereka datang untuk berdialog dengan mahasiswa.
“Kami juga memikirkan kepentingan rakyat. Kami pastikan akan kirimkan aspirasi mahasiswa ke Pusat. Karena yang mengambil kebijakan pusat,” ujar Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto.
Senada dengan Michael,Wakil Ketua DPRD Banyuwangi M.Ali Mahrus menyatakan bahwa sebagai representasi dari rakyat maka DPRD Banyuwangi hadir dalam rangka tugas fungsi amanah rakyat.
“Ini adalah Gerakan riil menyuarakan aspirasi rakyat. Prosedur menyuarakan aspirasi ke tingkat pusat akan kita lakukan,” tegas Ali Mahrus.
Setelah menyampaikan aspirasinya, rombongan BEM Banyuwangi pun membubarkan diri dengan tertib dan tetap mendapat layanan pengamanan dari Polresta Banyuwangi beserta jajaran TNI.









