Pria yang melaut sejak kelas dua Sekolah Dasar (SD) itu menambahkan dalam kalangan nelayan ada guyonan menekuni pekerjaan sebagai nelayan sebenarnya nelayan ini sebelum bekerja sudah kalah dulu.
Karena ia harus membeli Bahan Bakar Mesin (BBM) solar, es balok dan kebutuhan lain yang jumlahnya lumayan besar dan belum tentu masih mendapatkan rezeki di laut.
”Makanya kami akan kalah dulu karena biaya yang dikeluarkan jelas terus tergantung kondisi alam. Bahkan pada dasarnya kami tidak takut mati karena menyadari hal itu resiko bekerja sebagai nelayan di laut. Kami lebih takut lapar karena hal tersebut menyangkut hidup mati anak istri dan keluarga yang menunggu hasil ikan tangkapan yang kami bawa pulang,” tegas Ketua KUB Pondok Layar yang membawahi sekitar 94 pemilik kapal.
Pria berbadan tegap itu menambahkan dengan adanya program asuransi nelayan yang ditawarkan paslon Ipuk- H Sugirah tentunya disambut dengan senang dan akan membuat nelayan sepakat memberikan dukungan untuk memenangkan serta berharap menang agar ke depan akan lebih tenang bekerja menghidupi keluarga mereka.
”Apabila Bu Ipuk menang dalam pemilihan bupati Banyuwangi dan mampu mewujudkan program asuransi nelayan tentunya beliau mampu mewujudkan mimpi panjang nelayan Banyuwangi yang mengharapkan perlindungan maksimal bagi diri dan kapalnya dengan asuransi. Sehingga apabila mendapatkan musibah di laut keluarganya tidak perlu menanggung beban yang lebih berat lagi,” imbuhnya.
Wartawan : Nurhadi











