Meskipun nanti hasil dari investigasi menyatakan bahwa penyebab kecelakaan adalah bukan karena huma error, namun untuk menghindari kecelakaan perlu ada perbaikan-perbaikan ke depannya. Meskipun selat Bali tidak begitu jauh jarak antar daratannya, namun Selat Bali di bawahnya memiliki arus yang kuat serta memiliki palung yang dalam. Untuk itu, terhadap kapal-kapal yang beroperasi di selat ini harus dilakukan prosedur yang ketat sebelum diijinkan beroperasi, tambahnya.
Dia menambahkan berdasarkan informasi Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Jawa Timur kapal dikatakan laik jalan. Tapi kenapa hanya dalam waktu 5 menit kapal oleng dan langsung tenggelam? Padahal posisinya sudah dekat dengan pelabuhan. Bagaimana jika menghadapi cuaca yang dengan ombak besar sebagaimana yang terjadi pada bulan Agustus ? Atau jangan-jangan standar laik jalan bagi keselamatan sebuah KMP yang memang terlalu rendah?
Sekali lagi, Alumni Universitas jember itu berharap KNKT bisa melakukan investigasi dengan cepat dan akurat. Saya mengapresiasi juga atas kerja keras Tim Gabungan yang telah berhasil mengevakuasi para korban. Dan saya juga meminta agar Tim tetap bersiaga jika ternyata informasi terbaru nanti menyebutkan bahwa jumlah penumpangnya ternyata lebih dari yang dilaporkan sebelumnya.
“Dan khusus kepada ASDP saya meminta agar menyampaikan jumlah penumpang yang sebenar-benarnya. Sekali lagi, ini urusan nyawa. Ke depan transportasi kita harus lebih aman dan nyaman,”pungkasnya.
Wartawan Nurhadi











