“Data yang masuk ke kami, ada pejabat yang sangat komunikatif dengan masyarakat, ada yang susah ditemui, ada juga yang sering memblokir nomor telepon wartawan atau aktivis yang sedang melakukan kritik, saran, sebagai fungsi kontrol,” imbuh mantan aktifis HMI itu.
Mencuatnya isu jual beli jabatan, lanjut Zamroni, harus dimaknai sebagai panggila kepada seluruh elemen aktivis, ormas, LSM, tokoh, ulama dan mahasiswa untuk hadir mengambil bagian sebagai bentuk nyata pengabdian kepada daerah.
Sekaligus bukti kepedulian terhadap upaya duet Ipuk-Sugirah dalam menciptakan aparatur pemerintahan yang profesional, jujur, bersih serta pro pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Pejabat yang tulus melayani dengan senyuman.
“Apabila isu jual beli jabatan tersebut benar dan oknum yang membeli jabatan adalah oknum pejabat yang sulit ditemui atau yang suka blokir nomor telepon ya repot. Kan kasihan Bunda Ipuk dan Pakde Sugirah yang sudah mencurahkan pikiran dan tenaga serta segala daya upaya untuk kemajuan Banyuwangi,” ujar pria yang dikenal ceplas ceplos itu. (Nurhadi)












