Lebih jauh Ulfa mengatakan, pelaksanaan vaksinasi untuk difabel ini memang seharusnya dikhususkan. Karena menurutnya, selain membutuhkan tempat yang ramah difabel juga memerlukan proses yang lebih panjang.
“Beberapa diantara mereka membutuhkan pendamping mulai dari keberangkatan dari rumah, pelaksanaan vaksin dan kembali ke rumah. Alhamdulillah kami dibantu oleh beberapa relawan dari Amil Zakat di Jember maupun lembaga dan organisasi sosial lainnya,” jelas Ulfa.
Sementara itu Edi salah satu penyandang difabel dari Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan mengaku senang adanya vaksinasi khusus difabel. Ditemani kakak perempuannya Edi datang ke Universitas Jember.
“Alhamdulillah akhirnya saya bisa mendapatkan vaksin. Saya sudah lama menunggu kesempatan ini. Karena saya pernah mendaftar di Puskesmas tetapi saya diminta menunggu vaksinasi khusus difabel,” ujarnya.(*)









