Penulis : Nurhadi Editor : Herry W. Sulaksono
Banyuwangi, seblang.com – Batang bambu di tangan Suhartoyo, seorang pedagang buah di Jalan Letkol Istiqlah Banyuwangi merupakan alat hiburan saat menunggu pembeli buah-buahan yang dijajakan sekaligus menjadi tambahan pendapatan karena dibuat alat musik tradisional dan aneka macam kerajinan serta dijual kepada masyarakat.
Tangan terampil P Toyo mampu mengolah batang bambu menjadi alat musik angklung dan patrol yang menjadi alat musik tradisonial yang merdu. Biasa dimainkan saat menunggu dagangan buah semangka atau ada kolega yang ingin belajar dan bermain musik bersama.
Menurut pria asli Banyuwangi itu, ketrampilan memainkan alat musik tradisional diperoleh secara otodidak.”Awalnya saya melihat dan mengamati pada saat ada orang memainkan musik angklung atau patrol. Kemudian mencoba memainkan dan terus belajar sampai mahir,” jelasnya.
Termasuk ketrampilan membuat alat musik tradisional dia belajar dengan melihat dan mengamati orang yang membuat angklung dan patrol semudian dipraktikan. Awalnya butuh pengorbanan yang cukup besar karena tidak sedikit bambu yang dipakai untuk membuat angklung tidak jadi.
Saat ini keinginan dan harapan P Toyo adalah melestarikan angklung dan patrol sebagai warisan seni budaya leluhur yang adi luhung agar tidak punah sehingga siapapun yang ingin belajar silahkan datang,imbuhnya.









