”Kami melihat sektor pariwisata tidak hanya dari retribusi semata tetapi multi player efeknya begitu besar buat Banyuwangi termasuk tumbuh dan berkembangnya hotel restoran itu adalah kontribusi dari berkembangnya pariwisata,”imbuh Emi Wahyuni.
Selanjutnya politisi asal Gambiran itu menambahkan komisi III melihat bahwa situasi dan kondisi sekarang ini sudah sedemikian berat. Apalagi ada kebijakan PPKM dari pusat sehingga PAD Banyuwanngi memang banyak yang tidak sesuai target .
Sementara M Y. Bramuda kepada wartawan media ini mengungkapkan hal penting dalam PAK tahun 2021 yang diusulkan antara lain; pemerintah akan melakukan intervensi terhadap perbaikan kondisi seniman dan budayawan yang tidak bisa bekerja selama PPKM.
“Kemudian kami juga akan mencoba mengoptimalkan keberadaan home stay yang tersebar di wilayah Banyuwangi. Untuk perhotelan dengan pembukaan destinasi wisata secara otomatis akan tumbuh dan berkembang,” ujar pejabat yang akrab disapa Bram itu.
Selanjutnya dia menuturkan Disbudpar dalam beberapa bulan ke depan adalah merancang dan mengusulkan beberapa program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam bidang pariwisata termasuk pemberdayaan seniman dan budayawan serta pengelolaan home stay yang selama masa pandemi kondisinya stagnan. (nur/hei)












