“Berat mas saya gak dapat uang rapid tes dari majikan , apalagi dijalan kita tidak tau terjadi masalah apa barang kali ban pecah dll, saya sudah menahan lapar gak makan oke saja, tapi tolong pemerintahan jangan membuat rakyat seperti ini ,saya minta tolong lihat anak anak saya dan keluarga saya,” ujar Junaidi salah satu sopir
Pada umumnya para sopir minta kebijakan kepada pemerintahan mengratiskan rapid tes karena terlalu menambah beban di tengah pandemi.
Sementara itu hal ini juga mendapat respos dari ketua komisi II DPRD Banyuwangi Mafrochatin Nikmah, yang mengaku prihatin atas kesusahan yang diraskan para sopir.
“Sebenarnya kita sudah keras menyampaikan ke sekda harus ada kehadiran pemerintah untuk masyarakat yang akan berangkat kerja ke bali saat teman – teman driver sudah menghubungi saya untuk haering,” ujar nikmah ketua Komisi II. (vian)









