Kemudian, Soekarno Kecil ( Kusno ) ini diperankan oleh siswa siswa Sekolah Dasar se Kota Mojokerto, tidak lepas dari menanamkan karakter Soekarno sejak dini, yakni seorang Pejuang Pahlawan, dan Proklamator kebanggaan Bangsa Indonesia. Soekarno kecil yg diperankan siswa2 sekolah dasar se Kota Mojokerto yang membawakan arak-arakan Gunungan Lima sebagai gambaran simbol lima sila dalam Pancasila dan Pusaka Pancasila. Dan juga Di iringi 16 merah putih, menandakan tanggal 1 bulan juni.
“Kota Mojokerto merupakan bagian dari napak tilas sejarah keberadaan sang Proklamator, maka kami, selaku Pemerintah Kota Mojokerto berupaya bagaimana membangkitkan kembali sejarah beliau,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak tanggal 1-2 Juni ini sengaja digelar untuk menghormati jasa Soekarno yang menjadi tonggak berdirinya NKRI. Even ini pun digelar di dua lokasi, yakni SDN Purwotengah dan SMPN 2 Kota Mojokerto.
“SD Negeri Purwotengah yang dulunya bernama Sekolah ongko loro, dimana Soekarno waktu kecil selama 4 tahun mengenyam pendidikan di tempat ini, dan di tempat ini juga sudah kami tetapkan sebagai bangunan cagar budaya,” ungkap Ning Ita.
Dalam momen ini, Pemkot juga memamerkan produk-produk UMKM Kota Mojokerto untuk semakin menggeliatkan roda perekonomian yang sempat terdampak pandemi Covid-19.
“Kami pamerkan produk-produk UMKM Kota Mojokerto dalam rangka upaya untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi,” tuturnya.
Ke depan, Pemkot Mojokerto berencana untuk membuat galeri Soekarno kecil di SDN Purwotengah. Dimana nantinya pemkot akan memberikan sentuhan teknologi kecerdasan buatan untuk memudahkan para pengunjung memahami sejarah tentang Soekarno.
“Sebuah museum dengan konten-konten digital sebagai pusat studi sejarah tentang Soekarno yang kita kemas dengan artificial intelegence sehingga lebih memudahkan bagi generasi muda untuk belajar tentang sejarah,” kata istri Supriyadi Karima Saiful ini.(dela/rachmat)










