Dalam menjaga Kamtibmas bersama, jelas Nasrun, semua perguruan pencak silat harus meningkatkan koordinasi dan komunikasi anatara satu sama lain. Anggota maupun pimpinan perguruan silat diharapkan bisa memberikan araha positif dalam menjaga keharmonisan antar perguruan. ”Pentingnya komunikasi antar tokoh pimpinan perguruan pencak silat dan pihak eksternal agar tercipta kondisi harmonis,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua harian IPSI Kabupaten Banyuwangi Janoto mengapresiasi apa yang telah dilakukan Polreta Banyuwangi. Dalam menjaga Kamtibmas memang diperlukan kerja sama antar semua elemen masyarakat, untuk itu semua perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Banyuwangi berkomitmen ambil bagian dalam menjaga kondusifitas dan mensukseskan program pemerintah dalam penanganan pandemi. ”Ada 26 perguruan pencak silat di Banyuwangi. Sebagai bentuk dukungan dalam penanganan pandemi, kami bersedia menciptakan suasana yang kondusif dan tidak terprovokasi dan memprovokasi antar perguruan agar situasi tetap kondusif,” katanya.
Karena pandemi Covid-19 masih berlangsung, lanjut Janoto, tidak mengadakan kejuaraan maupun kompetisi sedangkan animo dalam pelaksanaan hal tersebut sangat besar. Kegiatan pencak silat bukan hanya internal atau latihan saja, akan tetapi perlu diadakan kompetisi agar bakat dari masing masing siswa dapat berkembang dan menghasilkan prestasi. ”Sebagai bentuk dukungan IPSI dalam penanganan Covid-19, selama pandemi tidak ada kejuaraan ataupun kompetisi. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini kami berharap ada solusi agar siswa perguruan pencak silat tetap berprestasi,” jelasnya. (nurhadi)











