Bahkan, saat pihaknya melakukan advokasi ke salah satu korban Covid-19 bernama Fahrudin, dia menemukan fakta yang mencengangkan. Dua minggu pasca dinyatakan terpapar Covid itu, dana belum turun. “Bahkan dinas kesehatan itu tidak turun sama sekali sehingga keluarga pak Fahrudin ini merasa mengalami diskriminasi,” bebernya.
“Bupati pencitraan, Bupati media sosial,” suara masa aksi bersama-sama. Mereka geram karena tidak ditemui Bupati Anas. Karena tidak ditemui, demonstrasi ini sempat diwarnai dengan aksi loncat pagar.
Masa aksi juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan di hari Senin dengan masa yang lebih banyak. “Kita di hari Senin akan melakukan demonstrasi lanjutan. Dengan jumlah yang lebih banyak, saya pastikan lebih banyak dari saat ini,” terangnya.
Wartawan : Ganda Siswanto









