Selain menggelar tasyakuran Bubak Sawah, dalam acara tersebut juga diluncurkan kawasan Dam Sere sebagai destinasi wisata. Dam Sere atau yang dulu dikenal sebagai BBU 10 kini didesain sangat menarik. Terdapat beberapa spot foto dan gazebo yang menarik, sehingga menjadi salah satu alternatif wisata di kawasan Bangorejo.
Memanfaatkan sungai di sekitar situ, sejumlah pemuda setempat membuka wisata tubing dan air jeram. “Dam Sere ini sekarang banyak dikunjungi masyarakat, setelah secara kreatif masyarakat setempat membuat sesuatu yang baru di tempat ini,” kata Ipuk.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua HIPPA setempat, Misnan mengaku jika irigasi di kawasan tersebut tidak ada kendala berarti. Dam Sere ini mengaliri irigasi di empat desa yakni Bangorejo, Kebondalem, Bulurejo, dan Sambirejo.
“Kami berharap pemeliharaan irigasi di kawasan ini tetap ditingkatkan, Pemkab juga terus meningkatkan aliran irigasi tersier ke sawah-sawah warga,” ucapnya.
Plt Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo menambahkan, Bubak Sawah ini digelar serentak di tujuh lokasi dam di Banyuwangi. Antara lain di Dam Concrong Rogojampi, Dam Darit Singojuruh.
“Ini adalah tradisi petani. Setiap masuk musim panen untuk tahun depan, mereka menggelar kenduri di lokasi Dam berharap kelancaran hasil pertanian,” kata Guntur.
Ditambahkan Guntur, pihaknya terus meningkatkan fungsi kawasan di sekitar Dam menjadi lokasi alternatif ruang publik bagi warga. Termasuk di Dam Sere yang didesain sangat menarik dan asri.
“Sembari kita terus tingkatkan kualitas sungai, di satu sisi kita terus percantik kawasan sekitar dam menjadi public space baru bagi warga sekitar. Biar warga malu kalau terpaksa mengotori sungai,” ujar Guntur. //









