Yang tidak kalah menarik adalah “Coaching Clinic Pembuatan Eko Enzim” yaitu pelatihan oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DWP PU CKPP) Kabupaten Banyuwangi bersama Anna Dewi Muthiah, Trainer Eco Enzyme Nusantara.Bersama-sama, kader PKK dan perwakilan masyarakat Desa Tambong mengikuti sesi pelatihan pembuatan Eko Enzim.
Ekoenzim merupakan produk ramah lingkungan yang mudah dibuat oleh siapapun. Pembuatannya hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, serta sampah organik sayur dan buah. Eko-enzim adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air dengan perbandingan 3 : 1 : 10.
Pada dasarnya, eko-enzim mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna dalam pemanfaatan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk menghasilkan cairan yang bermanfaat.
Proses fermentasi dalam pembuatan eko-enzim berlangsung selama 3 (tiga) bulan. Setelah itu cairan yang dihasilkan, yaitu berwarna coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat, sudah bisa dimanfaatkan. Eko-enzim dapat digunakan sebagai pupuk cair organik tanaman, campuran deterjen, pembersih lantai, pembersih sisa pestisida serta pembersih kerak lantai kamar mandi.
HPSN 2022 di Desa Tambong yang merupakan kerjasama Pemerintah Desa Tambong dengan The Enviro Project ini, ditutup oleh pemaparan dari Agus Supriyadi dari Dinas Lingkungan Hidup yang juga koordinator Bank Sampah Banyuwangi. Dalam paparannya disampaikan terkait tantangan pengelolaan sampah di era modern.
Rangkaian kegiatan HPSN 2022 ini sejalan dengan harapan Kabupaten Banyuwangi yang menyambut optimisme awal tahun dengan program Banyuwangi Rebound. Banyuwangi Rebound dibangun di atas tiga pilar dan dua fondasi penting. Pilar tersebut meliputi tangguh pandemi, pulihkan ekonomi dan merajut harmoni.
Sedangkan fondasi yang menopangnya adalah pelayanan publik yang excellent dan partisipasi aktif publik. Dalam Banyuwangi Rebound terdapat juga ikhtiar memperkuatsolidaritas sosial, mengembangkan SDM dari sisi pendidikan, menjaga keberlanjutan lingkungan, hingga memperkuat kerukunan antar umat beragama. //












