Jember, seblang.com – Perguruan Silat Tjimande adalah nenek moyang cikal bakal ilmu silat di tanah air. Sebagai perguruan tertua, Paguyuban Tjimande Setia Kawan Bangsalsari Jember terus menggeber kemahiran anggotanya. Selain itu seluruh anak asuh digembleng jiwa dermawan dan peduli sesama.
Betapa tidak. Melalui Ketua Paguyuban Setia Kawan, Aliem Sugondo, setiap minggu selepas latihan fisik mereka berangkat ke sejumlah tempat di Bangsalsari untuk mencari dhuafa, janda miskin, dan yatim piatu.
Tak lain adalah untuk melakukan aksi sosial berbagi. Sejumlah paket sembako dan bahan makanan lain dibagikan ke para janda dhuafa yang kondisi ekonominya jauh di bawah standart.
Aliem Sugondo, ditemui media ini mengatakan seluruh pendanaan untuk pembelian paket sembako berasal dari murid – murid Setia Kawan Tjimande.
Tidak banyak. Mereka dengan kesadaran peduli akan nasib sesama yang kurang beruntung menyisihkan uang Rp.2.000 setiap pertemuan. Setelah terkumpul semuanya dibelanjakan paket sembako.
“Kita gotong royong patungan rutin. Kita belanja sembako, lalu kita bungkusi sendiri dan kita bagikan kepada yang berhak,” ujar Aliem Sugondo, yang menggawagi padepokan di Jalan Agus Salim nomor 5 Belakang SDN 02 Dusun Krajan A Desa/Kecamatan Bangsalsari, Jember.
Ajaran Tjimande sangat mulia. Selain kekuatan fisik, para anak asuh digembleng kekuatan mental atau non fisik.
Kata Aliem, bahwa dirinya meneruskan perjuangan almarhum ayahnya Sundari alias Pak Leng, jawara silat Tjimande yang bergelar pendekar.
Dia menyatakan selama ini Tjimande tidak muncul ke publik karena model penggemblengan fisik dan rekrutmen anggota tidak agresif.
“Penggemblengan mental rohani yang kuat,” ujarnya.











