Istighasah Kubro yang direncanakan ormas yang identik dengan seragam loreng hitam oranye Banyuwangi, merupakan bentuk ikhtiar batin agar pandemi segera berakhir. Sekaligus bentuk keprihatinan terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Dimana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat semakin membuat ekonomi masyarakat terpuruk.
“Masyarakat butuh ekonomi untuk keberlangsungan hidup. Disisi lain, masyarakat harus disiplin taat dan patuh pada aturan pemerintah. Pandemi wabah Covid 19 yang terjadi labih dari satu tahun bagai makan buah simalakama,” tambah Zamroni.
Dalam pelaksanaan istighasah Kubro , MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari kalangan aktivis, pegiat LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, pelajar, santri dan lain sebagainya.
“Yang pasti, waktu pelaksanaan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali berakhir. Kami menegaskan seluruh peserta istighasah Kubro, wajib mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Zamroni. (Nurhadi)









