Lebih lanjut MC Melon Music itu menambahkan tuntutan pelaku dan pekerja seni budaya, bupati atau para pembuat kebijakan bisa menemui mereka supaya uneg-uneg dari teman-teman seniman itu bisa tersampaikan. Supaya pejabat dan wakil rakyat melirik, melihat dengan hati yang jernih sekaligus bisa memberi harapan pelaku dan pekerja seni buadaya untuk bisa bekerja untuk menghidupi anak istri dan keluarga.
Sementara salah seorang penyanyi dan pencipta lagu Banyuwangi Demmy mengatakan, selama adanya aturan ketat mulai PSBB hingga PPKM level 4 saat ini, para seniman Banyuwangi tak bisa berbuat banyak, kecuali hanya bisa mentaati aturan pemerintah tersebut.
Padahal kata dia, selama adanya aturan ketat ini, para seniman tidak memiliki pemasukan atau pendapatan sama sekali. Sebab tidak jarang orang yang mau mengundang penyanyi dan kelengkapan hajatan lainnya, banyak yang membatalkan. Alasannya karena ada yang aturan ketat pihak yang punya hajatan pada akhirnya tidak berani menggelar acara tersebut.
“Jangankan kerja mas, gerak saja kita tidak bisa, saat ini kita tidak bisa berbuat banyak”, jelasnya, Kamis (05/08/21).
Sehingga menurutnya, para seniman mampu bertahan hidup saja pada saat kondisi ekonomi seperti ini sudah bersyukur. “Kami tidak meminta bantuan kepada pemerintah daerah, tetapi berilah kami solusi yang terbaik. Salah satunya memberi kelonggaran untuk bisa bekerja dengan catatan tetap disiplin memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan, sehingga kami bisa kembali mengais rejeki” pungkasnya. (nurhadi)









