Serta selalu berupaya mendorong agar anak yang berhenti bisa bersekolah kembali tanpa adanya alasan perekonomian yang melanda keluarganya dengan melaksanakan program zero drop out.
“Kepala sekolah dan guru kami dorong sejauh mungkin mempertahankan anak-anak yang sudah drop out kembali ke sekolah, dan mendata mereka untuk mendapatkan bantuan pendidikan,” ujarnya.
Progam yang dapat membantu adanya putus sekolah yakni Siswa Asuh Siswa maupun Sekolah Asuh Sekolah (SAS), Program Indonesia Pintar (PIP), dan program uang transport.
“Kami segera lakukan penangganan walaupun terpaksa anak keluar dari pendidikan formal, juga tetap kita minta didampingi, minimal bisa melanjutkan ke kejar paket kita berusaha maksimal jangan sampai putus sekolah,” tandasnya. (
Penulis: Vian Sumbawawanto
Editor: Herry W. Sulaksono)









