Banyuwangi, seblang.com – Dalam masa pandemi covid 19 setidaknya sebanyak 144 siswa sekolah di Kabupaten Banyuwangi putus sekolah. Alasannya tak mampu membayar uang sekolah.
Menurut penjelasan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi, Suratno, Senin (20/9/21) faktor perekonomian keluarga yang kian memburuk menjadi salah satu faktor utama mengapa hal itu bisa terjadi
Lemahnya ekonomi keluarga menurut Suratno adalah faktor yang dapat menghilangkan motivasi para siswa berhasrat untuk belajar. Selain itu faktor lain yakni pembelajaran secara daring juga menambah kurangnya gairah anak untuk belajar dan hilangnya interaksi sosial kepada teman se-kelasnya.
“Memang ada kejadian putus sekolah yang membuat kami prihatin nanti pasti kami cari solusi terbaik, terlebih terkait adanya via Zoom jadi mereka merasa tidak sekolah jadi interaksi sosial kegembiaraan didalam sekolah bersama teman teman mereka tidak rasakan kembali,” ujar Suratno.
Dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi angka 144 didominasi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdiri dari siswa SD sebanyak 29 anak dan siswa SMP sebanyak 115 anak dimasa pembelajaran saat pandemi covid 19
Dinas Pendidikan menyikapi banyaknya angka putus sekolah tidak tinggal diam dan mencari formula yang baik agar dunia pendidikan di Kabupaten ujung pulau jawa tersebut berjalan baik









