Banyuwangi, seblang.com – Monumen Pancasila Jaya menjadi saksi bersatunya para muda di Banyuwangi. Dari sejarah kelam yang merenggut nyawa 62 Syuhada pemuda Ansor Kecamatan Muncar akibat kebiadapan G-30/S PKI, organisasi kepumudaan di Banyuwangi bertekat bersatu padu saling bersinergi, bersama – sama menjaga NKRI.
pada momen tersebut para OKP (organisasi Kemasyarakatan Pemuda) yang terdiri dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Barisan Serba Guna (Banser), Persatuan Pemuda (PP) Muhamadiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan Forum Pemuda Lintas Agama (Formula) Kabupaten Banyuwangi melaksanakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tepat di Tanggal 1 Oktober 2021 di Monumen Pancasila Jaya Dusun Cemetuk, Desa Cluring, Banyuwangi.
Di depan monumen yang menjadi saksi bisu keganasan G-30/S PKI pada 18 Oktober 1965 silam, organisasi kepemudaan di Banyuwangi tersebut mengambil sikap tegap menyanyikan Indonesia Raya, dan membaca teks Pancasila secara bersama – sama.

“Kejadian-kejadian kelam bisa dijadikan pelajaran para generasi muda. Agar peristiwa mengerikan itu tidak terulang. Harapan kita sebagai pemuda tentunya bisa bersatu padu, berkolaborasi, menjaga kebersamaan secara bersama – sama,” papar Ahmad Fauzi, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Cluring.
Hal senada juga dikatakan Lukman Hakim Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhamadiyah Kabupaten Banyuwangi. Dalam momen Hari Kesaktian Pancasila ini pihaknya berharap Pancasila tidak hanya sekedar seremonial, diperingati, tetapi bisa diaplikasikan.











