Banyuwangi, seblang.com – Tingkat okupansi atau hunian hotel di Kabupaten Banyuwangi meningkat seiring turunnya status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten paling ujung timur di pulau Jawa ini, beserta beberapa wilayah lainya di Pulau Jawa dan Bali.
Seperti halnya tingkat okupansi di ASTON Banyuwangi Hotel and Conference Center. Director of Sales Aston Banyuwangi Yeti M Mawikere mengatakan, tingkat okupansi Hotel bintang empat yang beralamat di jalan Brawijaya, Banyuwangi ini mencapai 50 % di bulan September ini.
“Jika dibandingkan saat penerapan level PPKM 4 di Pulau Jawa dan Bali ada kenaikan 30%. Karena saat itu tingkat okupansi kita kurang lebih 20%. Jadi untuk bulan september tingkat okupansinya mencapai 50% ,” kata Yeti kepada seblang.com, Kamis (23/9/2021).
Menurutnya, kenaikan okupansi ini dipengaruhi dampak positif turunnya level PPKM di Pulau Jawa dan Bali, sehingga ada kelonggaran kebijakan untuk bisnis perhotelan dan restoran meskipun terbatas. Para tamu yang menginap pun mayoritas berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Surabaya dan Jakarta.
Yeti menyebutkan jika untuk para tamu yang menginap di ASTON Banyuwangi rata-rata untuk keperluan bisnis bukan wisata. “Kalau untuk keperluan wisata sepertinya masih belum. Yang saya perhatikan untuk Hotel saya sendiri (ASTON Banyuwangi) rata-rata mereka ada kunjungan kerja atau keperluan bisnis,” ujarnya.









