Untuk tahap awal, pembangunan tersebut menggunakan anggaran Rp 400 juta dari Baznas Kabupaten Lumajang serta bantuan dari PT. Semen Indonesia berupa 1.000 sak semen. Bupati juga berharap ada keterlibatan para pabrik kayu dalam pembangunan tersebut, karena di Kabupaten Lumajang ada ratusan pabrik industri kayu.
“Lumajang ini ada 120 lebih pabrik kayu, plywood triplek, kalaupun kami harus beli karena butuhnya banyak, dengan harga pabrik. Dengan begitu tentu akan meminimalisir pembiayaan,” jelasnya.
Bupati juga memperkirakan, satu bangunan hunian layak sementara akan memakan anggaran 10 juta, sedangkan diperkirakan ada 2.000 rumah, sehingga kemungkinan anggaran yang dibutuhkan mencapai 2 milyar. (fuad)











