Kemudian dia mempunya ide untuk menggelar pentas seni musik secara online melalui akun ‘youtube’ lengkap dangan para musisi dan artis. Dari cara ini menurut Wandra, para musisi dan artis bisa bertahan di masa pandemi dengan harapan selama ngamen online ada pemirsa akun youtube memberikan saweran melalui rekening yang dipasang di layar akun tersebut.
“Cara satu-satunya kita ngamen online,” jelas Wandra, Sabtu (30/10/2021).
Namun sebelum ide tersebut digelar, dia berusaha melakukan komunikasi dengan pejabat pemerintah dan DPRD Banyuwangi untuk menyampaikan ide tersebut. Hasilnya, gagasan ini bisa diterima oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi hingga uji ngamen online bisa diselenggarakan dengan protokol kesehatan.
“Alhamdulillah, dari uji cobanya temen – temen musisi dan artis bisa mendapatkan saweran. Sampai saat ini sudah 6 kali digelar,” terang Wandra.
Menanggapi hal ini, Choliqul Ridho Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi melalui sambungan telpon mengatakan nantinya ngamen online juga bisa digelar oleh seniman musik tradisional. Dengan catatan grup keseniannya terdaftar di Disbudpar Banyuwangi.
“Ngamen online sudah berjalan dan bisa dilakukan untuk seniman musik tradisonal, dengan catatan sudah terdaftar,” papar Ridho, Sabtu (30/10/2021).
Pihaknya menambahkan, saat ini Banyuwangi masuk PPKM level 2. Acara pentas sudah mendapatkan izin, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan serta mendapat pengawasan.
“Sekarang sudah bisa mentas dengan catatan harus patuh prokes. Harapan saya semoga pandemi segera berakhir agar kesenian di Banyuwangi bisa beraktivitas kembali,” harap Ridho.











