Politisi PDI-Perjuangan asal Kecamatan Glenmore ini mengakui bahwa hingga kini pihaknya belum mengetahui titik atau lokasi perencanaan pembangunan infrastruktur tersebut da akan ditindaklanjuti dalam rapat Badan anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Hingga saat ini kita belum mengetahui peta jalan rusak yang akan diperbaiki , “ ungkapnya.
Komisi IV minta kepada eksekutif untuk menjelaskan berapa titik jalan rusak yang akan diperbaiki, baik yang kondisinya rusak berat, ringan hingga yang hanya butuh pemeliharaan sehingga pihaknya bias melakukan pengawasan secara maksimal.
“Saya tidak ingin perencanaan program pembangunan tahun 2022 dibuat asal-asalan , karena hal tersebut berpengaruh terhadap indicator kinerja Kepala Daerah, “ ucapnya.
Ficky menambahkan,pagu anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahun 2022 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2021 akibat dari pandemi covid-19.











