Selain itu, Khofifah juga menyampaikan, tema dari HUT Pemprov ke 76 ini adalah ‘Jatim bangkit’. Kalu kemarin ada pelemasan, pelemahan, dari pertumbuhan UM UKM, terutama di bulan Juli dan Agustus, karena ada PPKM darurat dan PPKM berlevel, maka berseiring dengan Jawa Timur sudah level 1 asesmen Kemenkes dan ini sudah lebih dari bulan, serta aglomerasi Surabaya juga menurut asesmen level Kemenkes juga level 1.
“Maka memang kita harus mulai menyeiringkan antara gerak ekonomi masyarakat, gerak ekonomi pelaku UMKM dan IKM dan gerak ekonomi korporasi di Jawa Timur,” tandasnya Gubernur Jatim.
“Oleh karena itu, kalau tadi ada testimoni dari importir produk yang diekspor dari Jawa Timur, maka sesungguhnya koneksitas dengan negara-negara tujuan para buyer juga harus terus ditumbuh kembangkan, kita berharap bahwa ini bisa mendorong semangat untuk kebangkitan ekonomi di Jawa Timur yang lebih signifikan, dan tentu kita berharap bahwa pergerakan ekonomi ini akan tetap berseiring dengan upaya pengendalian dan pelandaian covid-19 di Jawa Timur,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Khofifah berterimakasih kepada masyarakat Jawa Timur atas support-nya, doa dan ikhtiar bersama, bahwa kita memang harus menyeiringkan antara bangkitnya ekonomi kita, dengan upaya yang terus dikendalikan dari penyebaran covid-19 di Jawa Timur.(yon)









