Banyuwangi, seblang.com – Dalam tahap awal pembukaan kembali sektor pariwisata, masyarakat diharapkan tetap hati-hati dan waspada serta mampu mengendalikan eforianya agar tata kelola wisata pasca pandemi diatur sedemikian rupa sehingga 5M bisa terwujud.
Demikian disampaikan Sinarto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Pendapa Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi Sabtu (18/09/2021).
Menurut dia pada dasarnya, sektor pariwisata mengikuti negara yang saat ini menghadapi Covid 19.Lalu punya strategi untuk mengekspos cluster level yang di level itulah kalau ada aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh semua sektor termasuk pariwisata.
”Level 1 dan 2 boleh buka 25 persen dan 15 persen tetapi dengan catatan protokol kesehatan ditambah satu lagi untuk aktivitas Tracing supaya kuat ada “Peduli Lindungi “nya,”jelas Sinarto.
Selanjutnya ada pendekatan yang lebih mengarah pada kompetisi global itu di semua negara manapun setelah ada Covid 19 maksimalkan tentang terwujudnya Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE.
Tetapi kalau berani membuka resikonya harus tanggung jawab bagaimana lalu antisipasi tidak ada cluster baru tentang Covid 19 di daerah pariwisata. Lalu sekarang ada yang namanya program uji coba di beberapa wilayah yang masih statusnya level 3 dan 4.
”Kondisi itu adalah memberikan 1 peluang bahwa tantangannya ada kalau berani membuka karena sebenarnya di Inmendagri tidak boleh. Apabila dicoba berarti ada beberapa tantangan yang harus di kendalikan,” imbunya.












