Banyuwangi, seblang.com – Meski pandemi, perajin Kembang Endok di Kabupaten Banyuwangi tetap dibanjiri pesanan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah. Otomatis para pelaku bisnis musiman tersebut saat ini panen cuan alias untung.
Soalnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten paling ujung timur di pulau Jawa ini, selalu dirayakan dengan pesta telur atau sebuah tradisi yang biasa disebut dengan endok-endokan.
“Alhamdulillah sudah mulai banjir orderan. Meski pandemi, permintaan kembang endok tak banyak pengaruh. Mungkin karena sudah jadi tradisi. Karena di Banyuwangi, kalau rayakan maulid nabi tidak ada kembang endok, rasanya kurang sempurna,” kata Ratna (37) pengrajin sekaligus pedagang kembang endok di Jalan Susuit Tubun, Pasar Banyuwangi, Minggu (10/10/2021).
Ratna yang merupakan warga Lingkungan Surodiglan, Kelurahan Kepatihan itu mengaku menggeluti bisnis kembang endok yang dilakoninya tersebut sejak delapan tahun silam.” Awalnya saya menjual saja, tetapi mulai empat tahun belakangan saya mencoba produksi sendiri,” ujarnya.









