Kiai Asep heran kenapa Kemendiknas mengenyampingkan peranan madrasah. Oleh karena itu Pergunu akan terus berjuang mengembalikan frase ‘Madrasah’ di dalam UU Sisdiknas.
“Kami cinta Indonesia, dan kami harus menjaga Indonesia. Kami akan menopang sekuat-kuatnya agar Madrasah tetap dipertahankan, semoga ini didengar bapak Presiden Indonesia,” imbuh kiai yang dikenal dermawan ini.
Masih kata kiai Asep, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Pergunu akan terus ditingkatkan. Salah satunya Pergunu akan mencetak 500 orang doktor setiap tahunnya. Selain itu Pergunu akan menyempurnakan pengurus di tingkat ranting sehingga jumlahnya diperkirakan mencapai 200 ribu ranting.
“Ending keberadaan Pergunu ini adalah Indonesia yang maju, adil dan makmur, untuk mewujudkannya maka kita harus memperbesar jaringan, maka akan kita smepurnakan pembentukan (pengurus Pergunu) di PAC dan Ranting,” imbuh kiai Asep yang mendanai secara pribadi pelaksanaan Kongres ke III ini tanpa mengajukan bantuan proposan kepada pihak lain.
Sementara itu wakil Menteri Agama Dr Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa selama ini Kiai Asep telah membawa Pergunu menjadi organisasi yang bagus. Ia juga yakin di kepemimpinan Kiai Asep yang ketiga kalinya di Pergunu ini ke depannya pergunu akan semakin hebat.
“Saya menaruh harapan besar semoga silaturahim di Pergunu ini berkembang menjadi Silatur Fikri dan Silatur Amal sehingga akan membangun bangsa Indonesia yang kita cintai ini, guru punya amanah dan tanggung jawab yang mulia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan merawat kesatuan,” tegas Zainut Tauhid.
Kongres ke III Pergunu ini digelar selama tiga hari, 26-28 Mei 2022. Hasil kongres lainnya adalah membentuk kepengurusan Pergunu periode 2022-2027 yang akan dirumuskan bersama antara Ketua Umum Pergunu dan 10 orang tim formatur.///











