Kemudian otaknya diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan yang menunjang untuk membangun pribadi yang alim fakih dalam bidang agama, berakhlakul kharimah dan berbudi luhur dalam kehidupan modern yang penuh dengan tantangan.
Kemudian kedua tangan diisi dengan aneka macam ketrampilan untuk mendukung kepentingan dunianya.”Yang tidak kalah penting agar bisa diterima oleh semua kalangan para santri diharapkan memiliki rekam jejak atau catatan perjalanan hidup yang baik, mampu menggunakan kesempatan untuk terus menanam kebaikan dengan semua golongan dan mengerjakan semuanya dengan penuh keyakinan,” imbuhnya pria bersahaja itu.
Apabila para santri mampu memadukan kemampuan softskill dan hardskill dengan baik maka dimanapun mereka akan bisa survive.
Wartawan : Nurhadi











