Ho mengembangkan wisata kebun kopi dan produksi Kopi Lego sebagai kopi lokal Banyuwangi dikarenakan ia terpicu rendahnya harga kopi rakyat di pasaran.
“Saya awalnya ingin mengangkat potensi desa saya waktu itu. Katanya, harga biji kopi hanya Rp 17-18 ribu/kg . Kan itu terlalu murah. Padahal warga Gombengsari sebagian besar menggantungkan hidupnya dari kebun kopi dan menanam kopi itu butuh berjuangan yang susah,” ujar H.O, Rabu 03/11/2021.
Namun, saat ini harga kopi Gombeng sari sudah mencapai Rp 40 ribu – 200 ribu per 200/gram dengan kualitas yang unggul yang diambil langsung dari petani lokal.
“Alhamdulilah peminat kopi itu tidak henti-hentinya, dan di tengah pandemi ini kita juga membikin kemasan Paket Hemat (Pahe) dengan harga 10 ribu, dan untuk ekspor juga banyak sampai ke Israel , Namun ke Israel kita terkadang terkendala pengiriman,” jelas H.O.
Lebih jauh wisatawan bisa menikmati atraksi perah susu, dan meminum susu kambing secara langsung setelah pemerahan dan dijamin tidak ada bau prengus (bau kambing), karena teknik pemerahan. //











