
AKBP Boy Jeckson juga berpesan agar para mahasiswa selalu mengikuti perkembangan informasi dan memanfaatkan teknologi yang up to date dan jangan menyia-nyiakan waktu yang dimiliki. Menurutnya, mahasiswa juga harus rutin menggelar diskusi sejenis dengan banyak pihak lain untuk bisa memperluas sudut pandang dalam menghadapi sebuah permasalahan.
“Silakan undang saya, Kejaksaan, atau pihak lain. Daripada melakukan aksi unjuk rasa, kita bisa berdebat dengan berdasarkan data dan mencari solusi bagi kebaikan Nganjuk,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa menyoroti rendahnya tingkat pendidikan sangat berpengaruh pada kemampuan dan produktivitas masyarakat. Banyak masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk yang lulusan setingkat SMA memilih langsung bekerja. (acha)











