Kemudian untuk menumbuhkembangkan budaya ramah di kalangan warga, pemerintah Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sudah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada warga sekaligus praktek bagaimana menyambut tamu public speaking, bagaimana senyumnya sudah diberikan pelatihan,imbuhnya.
Lebih lanjut dia menambahkan harapannya ke depan Kampung Mandar mampu menghidupkan gang-gang mampu memberikan tambahan penghasilan bagi warga. Apabila orang membeli ikan itu menunggu ikan bakarnya yang harga perkilogramnya rata-rata mulai dari Rp 20 ribu sampai dengan Rp. 75 ribu cukup lama.
“Setelah orang beli ikan akan menunggu diolah kurang lebih 1 jam, orang-orang akan berjalan-jalan ke gang-gang kampung dan harapan kami ingin seperti di Jepang di kanan kirinya jalan gang warga jualan aneka macam produk untuk oleh-oleh.
“Nanti kami kerjasama dengan AKRAB yang menyuplai oleh-olehnya, kaos dan batiknya. Kami juga memberdayakan masyarakat setempat dengan membuat pindang yang bisa menjadi oleh-oleh dari Mandar. Kemudian ada ikan asap ikan asin dan aneka ragam makanan dan oleh-oleh yang berbahan dasar ikan,”pungkasnya.
Wartawan : Nurhadi









