Dalam Rakor yang dilakukan semua memastikan apakah ketersediaannya cukup jika nanti ada lonjakan dari kasus Covid 19. Maka intinya perlu berkoordinasi ini butuh kerja bersama tidak bisanya pemkab saja, atau TNI/Polri saja tetapi bekerja sama berotongroyong bersama kecamatan dengan Forpimka. Pemerintah Desa dengan Babinsa dan Babinkamtibmas serta seluruh masyarakat juga harus terlibat tokoh agama tokoh masyarakat, tambah bupati kelahiran Magelang itu.
Kemudian untuk warga masyarakat yang menggelar hajatan yang tidak menggunakan protokol kesehatan jangan marah kalau nanti dibubarkan oleh aparat. Karena semua demi kebaikan bersama. Demikian juga destinasi wisata juga seperti itu ya yang tadinya 5 hari buka ini memang harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.
Selanjutnya berkaitan dengan jam buka atau operasional untuk pusat perbelanjaan kafe restoran, menurut bupati Ipuk pihaknya akan melakukan kajian dan evaluasi lagi. Dimana apabila nanti memang masih terus meningkat maka kami akan atur lagi jam operasionalnya.
“kami menghimbau di desa PPKM mikro untuk diaktifkan lagi jangan sungkan-sungkan untuk untuk membubarkan acara hajatan acara seni kesenian, acara keagamaan jika tidak menggunakan protokol kesehatan ini tegas ya ini karena kita mengantisipasi dan ini untuk kebaikan bersama,”tegas bupati Banyuwangi.
Wartawan: Nurhadi











