Menurutnya, kelangkaan minyak goreng masih belum ditemukan di Situbondo, namun harga yang tinggi masih dikeluhkan oleh masyarakat atau konsumen.
“Sementara ini keluhan masyarakat terkait dengan minyak goreng masih belum ada, tetapi memang harganya masih tinggi oleh karena itu kita harapkan para toko nanti bisa menyesuaikan dan sejalan dengan penyesuaian harga yang dilakukan oleh distributor yang ada di kabupaten Situbondo. ” bebernya.
Bung Karna sapaan akrab Bupati Situbondo ini mengimbau agar distributor gudang dapat segera menurunkan harga minyak goreng sesuai Permendag No.6 Tahun 2022.
” Oleh karena itu, kita minta distributor minyak menjual harga di bawah HET sehingga sampai ke konsumen seharga Rp 14 ribu perliter sesuai Permendag Nomer 6 2022,” tutupnya.












