”Dengan ditelantarkan seperti ini eman-eman dan sangat disayangkan. Kenapa penyebabnya kami juga tidak tahu!,”pungkas Sunoto.
Sekedar informasi dalam era Bupati Banyuwangi Samsul Hadi maupun Ratna Ani Lestari, LCT Putri Sritanjung, dua kapal milik pemkab Banyuwangi yang dibeli dengan dana rakyat mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi setoran pendapatan asli daerah (PAD) Banyuwungi.
Selain itu managemen PT PBS Banyuwangi pada masa itu juga mampu memberikan peluang dan kesempatan bagi ratusan masyarakat Banyuwangi untuk bekerja baik sebagai kru kapal, tenaga administrasi dan yang lain sebagainya.
Namun dengan pergantian jajaran direksi PT PBS dalam era Bupati Abdullah Azwar Anas, disinyalir terjadi salah urus kondisi perusahaan pelayaran yang melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk justru semakin terpuruk.
Bahkan salah satu kapal milik rakyat tersebut mengalami patah pada badan kapal dan dikembalikan kepada Pemkab Banyuwangi namun belum dilengkapi dengan laporan keuangan yang sesuai dengan aturan yang ada sehingga bermasalah sampai dengan saat ini. (nurhadi)









