Sementara PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi memperingati Maulid Nabi dengan menggelar Festival Al-Banjari se-Jawa Bali. Al-Banjari merupakan salah satu kesenian khas Islam dengan alunan musik yang iramanya menghentak, rancak dan variatif.
Selain untuk memperingati Maulid Nabi, pihak kampus menggelar festival untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) PSDKU Unair Banyuwangi. Acara tersebut diikuti 28 kelompok hadrah yang berasal dari berbagai kota di Jawa Timur dan Bali serta Banyuwangi selaku tuan rumah.
Ketua panitia Iqbal Dwi Warsito berharap, dengan adanya festival semacam yang digelar para peserta mampu meningkatkan skill dan talenta yang mereka miliki.
Setelah melakukan proses penilaian rangkaian Festival Al-Banjari se-Jawa Bali berlangsung sejak September 2021 tersebut, akhirnya memunculkan 3 grup yang menjadi juara.
Juara I dari grup Liwa’ul Muridat asal Banyuwangi, Runner Up atau peribgkat dua grup As-Syamsudin asal Jember dan Juara III Ashabisuffah asal Banyuwangi. Sedangkan Best Single diraih oleh As-Syamsudin asal Jember.
Menurut Suratno, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, pihaknya memberikan apresiasi atas gelaran festifal tersebut. “Ini acara yang bagus untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Anak-anak mampu mengemas acara peringatan yang bernilai ibadah. Semoga kegiatan semacam ini dapat diteruskan,”ujar dia.
Sementara warga lingkungan Sukorojo, Kelurahan Banjarsari Kecamatan Glagah Banyuwangi Rabu (20/10/2021) malam memperingati Maulid Nabi yang pertama setelah pandemi Covid 19 mereda dengan cara sederhana namun khidmat yaitu menggelar selamatan kampung dan melantunkan shalawat nabi.
Menurut Lurah Banjarsari, Budi Sarwoto, meskipun dalam beberapa waktu pandemi Covid 19 sudah mereda, namun dalam setiap kesempatan pihaknya selalu mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan disiplin mematuhi protokol kesehatan (Prokes) agar pandemi benar-benar sirna dan tidak terjadi lagi lonjakan kasus Covid 19 di masa mendatang. //











