“Dalam Porprov Jatim tahun 2015 itu total atlet official yang hadir di Kabupaten Banyuwangi itu sekitar 10.000. Ini kan jadi angka atau data yang nyata bagaimana hotel sampai penuh sampai memanfaatkan kos-kosan yang ada di Kabupaten Banyuwangi rumah-rumah masyarakat untuk menampung atlet dan ofisial,”imbuh Afan.
Salahsatu program yang ditawarkan KONI Banyuwangi adalah pelaksanaan kejuaraan provinsi (Kejurprov) tingkat Jawa Timur di Banyuwangi. Dengan adanya even olahraga tingkat Jatim Afan optimis mampu menggerakan ekonomi masyarakat Banyuwangi, mulai penginapan, kuliner, asesoris dan lain sebagainya.
Pembinaan olahraga prestasi ini tidak bisa dicapai dalam waktu yang pendek dan butuh proses yang sangat panjang. Untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Jatim tentu perlu support dan dukungan pendanaan yang memadai dari pemerintah Banyuwangi.
“Kemarin dengan daya dukung yang minim kontingen Banyuwangi mampu berada di peringkat 8 kelasmen Porprov Jatim yang kemarin terakhir. Kami minta pemerintah dan anggota dewan juga ikut turun melihat perjuangan atlet-atlet yang terlatih dengan keras untuk menjaga kehormatan dan mmembawa harum nama Kabupaten Banyuwangi dalam dunia olahraga Jatim,”pungkas Afan.
Sementara Irianto, Ketua Pansus RPJMD DPRD Banyuwangi mengungkapkan pihaknya menyadari pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga membutuhkan dana yang tidak sedikit.
“Karena saat ini Banyuwangi alokasi dana olahraga terendah dibanding kabupaten/kota lain di Jatm. Sementara banyak potensi para atlet yang perlu mendapatkan pembinaan di wilayah Kabupaten Banyuwangi,”ujar Politisi PDI Perjuangan asal Muncar itu.
Setelah bertemu dengan stakeholder hasilnya akan dirangkum untuk drumuskan dan disampaikan dalam rapat pembahasan bersama dengan eksekutif.
“Yang jelas secara garis besar hari ini para stakeholder itu mengharap untuk Banyuwangi nomor satunya itu percaya diri dengan adanya kondiri seperti ini. Harapanya Covid 19 segera berlalu dan sektor perekonomian rakyat bisa tumbuh dan berkembang serta kehidupan berjalan dengan normal,”pungkas Irianto. (Nurhadi)









