“Pelaksanaan PPDB Tahun 2021 dari jalur prestasi akademik maupun non akademik, raport, afirmasi,tingkat ekonomi, difabel, perpindahan orang tua maupun jalur zonasi berjalan relatif lancar , “ ucap Suratno.
Selanjutnya bagi masyarakat hingga penutupan PPDB, putra putrinya belum mendapatkan sekolah. Dinas Pendidikan akan merespon melalui program pendidikan yang ada di Kabupaten Banyuwangi yakni Garda Ampuh.
“Banyuwangi ini sejak beberapa tahun lalu punya program yang disebut Garda Ampuh, yang dilatar belakangi oleh satu komitmen Bupati sejak awal, anak usia sekolah di Banyuwangi tidak boleh tidak sekolah , “ ucapnya.
Sehingga program Garda Ampuh nantinya akan di implementasikan pada saat pelaksanaan PPDB selesai dengan mengintruksikan kepada seluruh sekolah baik negeri maupun swasta jika menemukan anak tidak sekolah di sekitar wilayahnya wajib mengambil dan menerima anak tersebut untuk sekolah.
“Selesai pelaksanaan PPDB, kami instruksi kepada semua sekolan dari jenjang PAUD,SD hingga SMP, jika menemukan anak yang belum sekolah, maka sekolah terdekat wajib mengambil dan diterima di sekolah itu meski pagu yang tersedia telah penuh , “ tegasnya.
Menurut Suratno, pagu itu hanya pembatasan saat pelaksanaan PPDB berjalan, tetapi ini urusan bagaimana Negara atau Pemerintah hadir untuk memfasilitasi warga masyarakat yang belum sekolah.
“ Yang kita ambil adalah anak yang belum sekolah dan belum pernah daftar sekolah, teknisnya nanti sekolah akan berkoordinasi dengan pimpinan wilayah sepeti Lurah atau Kepala Desa dan Camat , “ pungkasnya.(guh)










