Siyam menambahkan terkait perputaran bank sampah dari masyarakat sampai ke bank induk. “Untuk alurnya simple saja, dari warga ke bank Bank sampah unit di desa, setelah di unit terkumpul, bisa disetorkan ke bank induk, sedangkan dari bank induk, pihak kita (DLH) membantu mengembangkan kerjasamanya ke kota kota besar, seperti Jombang, Gresik, Surabaya. Bahkan wacana terdekat ini, akan dikembangkan lagi suplay ke Tulungagung dan Pasuruan,” tutupnya.
Hadirnya Bank Sampah tingkat desa sangat membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat. Merubah mindset warga terhadap sampah, yang dulunya dibuang begitu saja, mencemari lingkungan. Kini memiliki nilai ekonomi yang berarti terlebih lagi dimasa pandemi.
Peringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021yang bertema ‘Sampah Bahan Baku Ekonomi disaat Pandemi’, Edy Bintardjo berpesan, mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap sampah dan mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi dimasa pandemi.
“Saatnya Peduli terhadap sampah, kita mampu kreasi dan berinovasi untuk merubah sampah yang awalnya tak bernilai, menjadi memiliki nilai jual yang tinggi. Hiduplah bersama sampah daripada hidup menjadi sampah,” tutupnya.
Wartawan : Anwar Wahyudi











