Bahkan banyak pihak yang beranggapan bahwa hal itu sengaja dilakukan karena ketiga pimpinan dewan tersebut adalah kader parpol yang dalam pelaksanaan pilkada merupakan rivalnya,’ lanjut Bondan.
Selanjutnya dia menuturkan, proses yang baik itu setidaknya harus membuka ruang partisipasi lebih luas, baik dengan elit politik maupun dengan para aktivis yang peduli dengan kemajuan Banyuwangi. Jika dalam prosesnya tidak memuat kedua unsur itu wajar apabila sebagian aktivis melakukan aksi protes.
salah satu faktor yang membuat pemerintahan Ipuk di tahun pertama ini berjalan kurang maksima, lanjut Aktivis asal Kampung Atasangin adalah terlalu banyak melakukan pencitraan, tidak menerima kritik dari elemen masyarakat dan tidak ada kekuatan oposisi di parlemen yang efektif untuk mengontrol kebijakan pemerintah.
“Di parlemen relatif enggak ada oposisi, sehingga pemerintah Ipuk Fiestiandani ini terlalu nyaman,” ujar Bondan.
Ke depan, dia meminta Bupati Ipuk harus bekerja maksimal bukan sekedar melakukan pencitraan, karena beban besar justru berada pada partai politik pendukung sebelum menghadapi pemilu serentak pada 2024 mendatang. Parpol pengusung dan pendukung harus lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah agar tercipta sebuah “ketidaknyamanan”.
“Kalau jadi teman baik kan kadang-kadang harus memarahi teman sendiri. Terlalu nyaman itu tidak bagus dan realitas tersebut sistem yang kita miliki saat ini,” kata Bondan.
Apabila tidak bisa, maka kekuatan selanjutnya civil society harus bergerak. Para pendukung pasangan Ipuk – H Sugirah pada saat pilkada semakin kritis, orang nomor satu di Banyuwangi pasti mikir,” tambahnya.
Alumni muda HMI tersebut juga mempertanyakan aktualisasi dari program pemerintah “ Banyuwangi Rebound “, yang dibangun di atas tiga pilar dan dua fondasi penting.
Tiga pilar tersebut meliputi tangguh pandemi, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni. Sedangkan pondasi yang menopangnya adalah pelayanan publik yang excellent dan partisipasi aktif publik.
“Kita semua berharap konsep Banyuwangi Rebound merupakan solusi, bukan hanya konsep untuk mendapatkan berbagai prestasi dan sekedar eksistensi. Namun masyarakat tidak merasakan efek apa-apa dari program yang dicanangkan oleh Bupati Banyuwangi, ” pungkas Bondan. //









