“Penyaluran kita lakukan secara bertahap. Kita punya 25 tim, masing-masing tim ada 4 sampai 5 petugas. Setiap harinya, kita targetkan 9 ribu orang penerima. Mudah-mudahan bisa selesai secepatnya,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana, Henik Setyorini menjelaskan bahwa uang tunai yang diberikan kepada KPM hendaknya dimanfaatkan untuk membeli bahan pangan kebutuhan sehari-hari. Seperti beras, telur, lauk pauk, buah-buahan, atau bumbu dapur lainnya.
“Masyarakat agar membelanjakan uang tersebut untuk membeli sembako guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tidak diperkenankan untuk beli kebutuhan sekunder atau kebutuhan di luar jenis sembako, seperti rokok atau beli lainnya yang sifatnya konsumtif. Namanya saja program bantuan sembako,” kata Henik.
Untuk pembelian sembako, lanjut dia, penerima bansos bisa belanja di e-warung atau warung terdekat di rumah. “Bisa juga di pasar rakyat terdekat, yang penting bahan sembako dan kebutuhan pangan harian,” kata Henik. (guh)











