Banyuwangi, seblang.com – Secara umum ketahanan pangan di wilayah Banyuwangi dinilai aman.Meskipun dalam beberapa waktu terakhir masyarakat sempat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan kedelai dan cabai.
Pernyataan tersebut disampaikan Arief Setiawan, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Banyuwangi di ruang rapat Rempeg Jogopati kantor Pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi Rabu (17/03/2021).
Menurut dia untuk kedelai pihaknya memperluas areal tanaman kedelai untuk memenuhi kebutuhan benih untuk lokal Banyuwangi dan kebutuhan provinsi Jawa Timur (Jatim). Banyuwangi menjadi salahsatu sentra produksi kedelai untuk benih bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
“Luasanya sekitar 3.000 hektar merupakan perluasan area tanam baru (PATB) bekerjasama dengan Perum Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan menggunakan sistem tumpang sisip untuk menanam kedelai,”jelas Arief.
Sementara untuk cabai memang menjadi isu nasional, suplai cabai rawit stok yang ada berkurang penyebab utamanya karena faktor cuaca khususnya hujan ekstrim. Sehingga beberapa kabupaten/kota yang dikenal sebagai penghasil cabai.
”Mestinya Banyuwangi mampu menjadi penyuplai kebutuhan nasional sekitar 20 – 30 persen. Kondisi yang ada saat ini kualitas cabai jelek, kena pusarium /tanaman langsung layu dan mati sehingga pasokan untuk kebutuhan konsumsi agak terganggu,”imbuhnya.









