Pemkab Banyuwangi Gelar Susur Sungai untuk Mengajak Warga Melakukan Konservasi

by -724 Views

Bendung Karangdoro sendiri merupakan salah satu bangunan irigasi peninggalan Belanda  dibangun tahun 1921. Dalam sejarah yang tercantum di koran Belanda, disebutkan pernah terjadi banjir besar di kawasan ini pada 1929. Bendungan pun rusak berat dan pada 1935 dimulai proses renovasi. Bendung resmi difungsikan kembali oleh kolonial Jepang pada tahun 1942.

Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Guntur Priambodo menjelaskan, Bendung Karangdoro merupakan bendungan vital di Banyuwangi. Bendungan ini mengairi sekitar 16.500 hektare lahan pertanian Banyuwangi yang tersebar di 12 kecamatan.

“Sekitar seperempat sawah di Banyuwangi diairi dari bendungan ini. Jadi bendung ini sangat menopang sektor pertanian daerah. Sektor pertanian menyumbang sebesar 40 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) kita. Sehingga keberlangsungan dan konservasi bendungan ini mulai hulu sampai hilir harus dijaga,” kata Guntur.

Sementara itu, Plt Kepala Perikanan Arief Setyawan menjelaskan bahwa susur sungai ini sebagai cara Dinas Perikanan untuk menjaga ekosistem sungai, lewat program Tebar Ikan Terkendali. Tujuannya, warga bisa mendapatkan manfaat ekonomis dari sungai tersebut sehingga akan turut menjaga kebersihan sungai.

“Ribuan benih ikan telah kami tebar di sepanjang sungai, termasuk di kampung-kampung. Program ini berhasil mengubah kawasan di sekitar sungai terlihat lebih bersih. Banyaknya ikan yang beraneka jenis dan manfaat ekonomisnya akhirnya membuat warga segan membuang sampah di sungai,” kata Arief. (*)

 

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *