Pemerintah Bagi 112 Wilayah Layanan Siaran di 341 Daerah Dalam Terapkan ASO

by -654 Views
Wartawan: Teguh Prayitno/rilis kominfo
Editor: Herry W. Sulaksono
Menkominfo Johnny G. Plate dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI dan Rapat Dengar Pendapat dengan Dewan Pengawas dan Direktur Utama LPP TVRI mengenai Pelaksanaan Digitalisasi Penyiaran, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (18/01/2022). - (AYH)

Jakarta, seblang.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, pemerintah menerapkan Analog Switch Off (ASO) dalam tiga tahap meliputi 112 wilayah layanan. Sebelumnya, pemerintah telah memulai tahapan implementasi siaran televisi digital mulai tanggal 31 Agustus 2019 lalu.

“Sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 sektor Postelsiar, kami telah membagi pelaksanaan Analog Switch Off ke dalam tiga tahapan,” jelas Johnny G Plate dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI dan Rapat Dengar Pendapat dengan Dewan Pengawas dan Direktur Utama LPP TVRI mengenai Pelaksanaan Digitalisasi Penyiaran, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (18/01/2022) kemarin.

Menteri Johnny merinci tiga tahapan ASO meliputi tahap pertama tanggal 30 April 2022 di 56 wilayah layanan siaran di 166 kabupaten dan kota, tahap kedua dilaksanakan paling lambat tanggal 25 Agustus 2022 di 31 wilayah layanan siaran di 110 kabupaten dan kota, dan tahap ketiga pada 2 November 2022 di 25 wilayah layanan siaran di 65 kabupaten dan kota.

“Dengan demikian, terdapat total ada 112 wilayah layanan siaran di 341 kabupaten dan kota yang menjadi wilayah implementasi ASO,” jelasnya.

Sementara itu, daerah yang tidak tercakup layanan ASO terdapat 113 wilayah siaran di 173 kabupaten dan kota. Menkominfo menjelaskan untuk wilayah yang tidak tercakup ASO tersebut akan menjadi sasaran implementasi Digitalization Broadcasting System (DBS).

“Pembagian wilayah layanan siaran yang akan menjalankan Analog Switch Off berdasarkan tahapan tadi sudah kami siapkan daftarnya. Tahap 1 di 56 wilayah layanan siaran, tahap 2 di 31 wilayah layanan siaran dan tahap 3 ada di 25 wilayah layanan siaran,” tandasnya.

Wilayah Tahap 1

Dalam tahapan pertama, cakupan wilayah layanan siaran di 56 daerah dengan rincian: (1) Aceh-1: Kab. Aceh Besar dan Kota Banda Aceh; (2). Aceh-2: Kota Sabang; (3). Aceh-4: Kab. Pidie, Kab. Bireuen, dan Kab. Pidie Jaya; (4). Aceh-7: Kab. Aceh Utara dan Kota Lhoksumawe; (5). Sumatra Utara-2: Kab. Karo, Kab. Simalungun, Kab. Asahan, Kab. Batu Bara, Kota Pematangsiantar, dan Kota Tanjung Balai;  (6). Sumatra Utara-5: Kab. Dairi dan Kab. Pakpak Bharat.

Kemudian, (7). Sumatra Barat-1: Kab. Solok, Kab. Sijunjung, Kab. Tanah Datar, Kab. Padang Pariaman, Kab, Agam, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, dan Kota Pariaman; (8). Riau-1: Kab. Kampar dan Kota Pekanbaru; (9). Riau-4: Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai; (10). Jambi-1: Kab. Batanghari, Kab. Muaro Jambi, Kota Jambi, dan Kab. Sarolangun; (11). Sumatra Selatan-1: Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Banyuasin, Kab. Ogan Ilir, dan Kota Palembang; (12). Bengkulu-1: Kab. Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu.

(13). Lampung-1: Kab. Lampung Selatan, Kab. Lampung Tengah, Kab. Lampung Timur, Kab. Pesarawan, Kab. Pringsewu, Kota Bandar Lampung, dan Kota Metro; (14). Kepulauan Bangka Belitung-1: Kab. Bangka Tengah dan Kota Pangkal Pinang; (15). Kepulauan Riau-1: Kab. Bintan, Kab. Karimun, Kota Batam, dan Kota Tanjung Pinang; (16). Jawa Barat-2: Kab. Garut; (17). Jawa Barat-3: Kab. Cirebon, Kab. Kuningan, dan Kota Cirebon; (18). Jawa Barat-4: Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran, Kab. Tasikmalaya, Kota Banjar, dan Kota Tasikmalaya;  (19). Jawa Barat-7: Kab. Cianjur; (20). Jawa Barat-8: Kab. Majalengka dan Kab. Sumedang; (21). Jawa Tengah-2: Kab. Blora.

(22). Jawa Tengah-3: Kab. Pekalongan, Kab. Pemalang, Kab. Tegal, Kota Pekalongan, Kota Tegal; (23). Jawa Tengah-6: Kab. Rembang, Kab. Pati, dan Kab. Jepara; (24). Jawa Tengah-7: Kab. Cilacap, Kab. Banyumas, Kab. Purbalingga, dan Kab. Brebes; (25). Jawa Timur-3: Kab, Sampang, Kab. Pamekasan, dan Kab. Sumenep; (26). Jawa Timur-4: Kab. Lumajang, Kab, Jember, dan Kab. Bondowoso; (27). Jawa Timur-5: Kab. Situbondo; (28). Jawa Timur-6: Kab. Banyuwangi; (29). Jawa Timur-10: Kab. Pacitan; (30). Banten-1: Kab. Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang; (31. Banten-2: Kab. Pandeglang.

(32). Bali: Kab. Jembrana, Kab. Tabanan, Kab. Badung, Kab. Gianyar, Kab. Klungkung, Kab. Bangli, Kab. Karangasem, Kab. Buleleng, dan Kota Denpasar; (33). Nusa Tenggara Barat-1: Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, dan Kota Mataram; (34). Nusa Tenggara Timur-1: Kabupaten Kupang dan Kota Kupang; (35). Nusa Tenggara Timur-3: Kab. Timor Tengah Utara; (36). Nusa Tenggara Timur-4: Kab. Belu dan Kab. Malaka; (37). Kalimantan Barat-1: Kab. Mempawah, Kab. Kubu Raya, dan Kota Pontianak; (38). Kalimantan Selatan-2: Kab. Tapin, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kab. Hulu Sungai Tengah, Kab. Hulu Sungai Utara, dan Kab. Balangan; (39). Kalimantan Selatan-3: Kab. Kotabaru.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *