Banyuwangi , seblang.com – Masyarakat Banyuwangi saat ini digemparkan oleh kabar baru tentang Kawah Ijen. Banyak pihak menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Banyuwangi mengenai perjanjian pembagian Tapal Batas Pengelolaan Ijen antara Bondowoso dan Banyuwangi.
Menurut Bagus Alfiyan Pujo Santoso, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), Ijen merupakan salah satu Icon Kabupaten Banyuwangi sejak dulu. Sejak belum berkembang hingga sekarang menjadi salah satu primadona kunjung wisatawan. Bahkan gambar Ijen juga tercantum pada logo dari kabupaten Banyuwangi.
“Yang tentunya setiap makna dalam logo tidak ada yang kebetulan, atau bahkan secara sembrono tercantumkan. Baru-baru ini juga muncul tanggapan dari pemerintah yang menyebutkan “Masyarakat Banyuwangi Sudahlah Jangan Buang-Buang Tenaga”. Ini bukan merupakan buang-buang tenaga kami yang sia- sia. Kami meyakini dan merasa bahwa Ijen adalah potensi Banyuwangi, “ujar Bagus melalui WhatsApp (WA) Selas (6/07/2021).
Permasalahan Ijen kali ini harus menjadi perhatian serius semua pihak khususnya masyarakat Banyuwangi, Ijen merupakan potensi wisata Banyuwangi. Tanda tanya besar untuk kita semua berhak mempertanyakan, dinamika apa yang dimaksudkan pemerintah daerah Banyuwangi dalam penandatanganan itu? Penekanan apa yang diterima? Paksaan dengan cara apa yang dilakukan?, imbuh Bagus seolah bertanya.
“Kami seolah-olah dibuat bingung atas ketidaksinkronan antara penyampaian lisan dan bukti tulisan yang ada. Katanya, kebijakan memang berdasar dari suatu kebajikan. Katanya, memperjuangkan apa yang semestinya menjadi hak kita semua untuk didapatkan,”,imbuhnya.









