Banyuwangi, seblang.com – Tidak adanya dukungan anggaran dalam pengiriman kontingen Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov Jatim ke-1 ) bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia Banyuwangi di tingkat provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi salah satu bukti lembaga pemerintah kurang ramah terhadap penyandang difabel di Banyuwangi.
Menurut I Made Cahyana Negara, Ketua DPRD Banyuwangi dalam Perda Nomor 6 Tahun 2017 sudah jelas penghormatan bagi hak-hak disabilitas terkait rekrutmen, latihan tidak boleh ada diskriminasi.
“Sehingga saya meminta kepada Pemkab Banyuwangi jangan sampai ada lagi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas,” tegas Made.
Sementara Peni Munawaroh, Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) semacam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bagi penyandang difabel Indonesia Kabupaten Banyuwangi Peparnas adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia.
Menurut dia Dinas Pemudadan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi kurang awarenes saat pengurus NPCI Banyuwangi mendatangi kantor untuk melaporkan keberangkatan kontingen Banyuwangi mengikuti Peparprov Jatim ke-1 di Mojokerto yang jumlahnya sembilan orang plus satu official.











