Banyuwangi, seblang.com – Pada dasarnya Banyuwangi dalam sepuluh tahun terakhir ini sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Mandat sekarang dari Perpres RI nomor 80 yaitu tentang program Selingkar Ijen yang paling tidak ada 10 proyek strategis.
Oleh karena itu gubernur Jatim meminta kepada bupati dan wakil bupati Banyuwangi untuk bagaimana melakukan prakondisionil untuk bisa menyiapkan tim. Kemudian melakukan telaah dari Program Strategis Nasional (PSN) yang berkaitan dengan Selingkar Ijen karena selama ini wisatawan yang ke Ijen itu melalui Banyuwangi.
Menurut gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ke depan format – format digitalisasi sistem harus terus dikembangkan karena memang trennya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membutuhkan market yang makin luas sehingga penjualan online akan meningkat secara masif.
“Mungkin suatu saat para wisatawan sudah menggunakan Go-Pay atau Cashless dan lain-lain maka format-format untuk menguatkan pelaku UMKM sehingga apabila wisatawan asing yang menggunakan cashless itu pelaku UMKM siap untuk menerima format pembayaran- pembayaran tersebut,”ujar Khofifah.
Lebih lanjut Gubernur Jatim menambahkan digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan yang harus dikembangkan. Selingkar Ijen yang dikenal masyarakat dunia dengan Blue Firenya dan di dunia hanya ada dua yaitu Iceland (Islandia) dan Banyuwangi yang berbatasan dengan Bondowoso.
“Jadi ini bisa dijadikan catatan penting dan prioritas bagi bupati dan wakil bupati Banyuwangi,” tegas perempuan yang sangat akrab dengan Abdurachman Wahid atau Gus Dur tersebut.









