Berdasarkan catatan dan data yang ada, kata Ruli, sinyal positif perbaikan kinerja perekonomian ini tercermin dari sejumlah indikator. Diantaranya, Indeks Keyakinan Konsumen yang berada pada level optimis dengan skor 107,4 pada Juni 2021.
Aktivitas manufaktur juga berada pada zona ekspansi ditunjukkan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur di level 53,5 pada Juni lalu. Termasuk konsumsi listrik bagi industri dan bisnis yang tumbuh positif masing-masing 26,1 persen (yoy) dan 14,5 persen (yoy) pada bulan lalu.
“Stimulus yang digelontorkan KPC-PEN nyatanya berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kuartal ini. Misalnya, insentif relaksasi PPnBM untuk Kendaraan Bermotor yang bekerja luar biasa untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hasilnya, BPS mencatat pertumbuhan kinerja industri alat angkut sebesar 45,70 persen yang turut berkontribusi pada perbaikan sektor industri pengolahan. Dimana, sektor ini masih menjadi tumpuan bagi perekonomian kita,” tambah mantan aktifis tersebut.
Lebih lanjut politisi asal Kecamatan Glenmore itu menjelaskan, BPS mencatat seluruh sektor ekonomi telah tumbuh positif pada kuartal II-2021. Tak terkecuali sektor akomodasi, makanan, dan minuman, serta sektor transportasi yang tumbuh tinggi masing-masing sebesar 21,58 persen (yoy) dan 25,10 persen (yoy).
“ Kita berharap kepada pemerintah untuk tetap menjaga momentum ini agar terus berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya, Masyarakat juga kita harap dapat mematuhi kebijakan pembatasan mobilitas, disiplin protokol kesehatan mendukung percepatan program vaksinasi untuk memacu pemulihan dunia usaha sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi positif , “ pungkas Ruliyono. (nurhadi)











