“Kami hanya ingin kejelasan dan penjelasan terkait dengan penggunaan anggaran untuk menyewa lahan dan yang digunakan untuk membangun kandang sapi berapa habisnya dan pembelian sapinya berapa ekor, harganya berapa dan pengadaanya bagaimana itu saja, kami belum mendapat kepastian jawaban,” ucap Sukiran.
Kepala Desa Krisik Wawan saat ditemui Awak Media mengatakan, terkait pertanyaan warga tersebut bahwa dalam kaitan pembangunan kandang sapi dan pembelian sapi perah betina tersebut anggaran yang digunakan untuk sementara belum bisa dijawab, karena yang mengatahui detailnya sekretaris desa.
“Saya belum bisa menjawab hari ini dengan pertanyaan tersebut, karena yang mengetahui anggaran lebih detailnya sekretaris desa yang tahu,”ujarnya.
Lanjut Kades Krisik pembangunan kandang sapi tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan dan disetujui oleh BPD Desa Krisik. Karena selama ini segala terkait dengan pembangunan selalu mengajak BPD selaku yang mewakili masyarakat.
Sekretaris Desa Krisik Wijianto mengatakan, untuk pembangunan kandang sapi tersebut sudah ada kesepakatan antara pemerintah desa dengan BUMDesa ditanya mengenai anggaran enggan menyampaikan. //











